Arcandra Tahar: Indonesia Baru Manfaatkan 5% Potensi Geothermal

Pemerintah Berupaya Kembangkan Energi Panas Bumi
August 12, 2016
Jurus Menteri ESDM Arcandra Tahar Kembangkan Energi Terbarukan
August 12, 2016
Show all

Jakarta, GATRAnews – Menteri Energi dan Sumberdaya Mineral (ESDM) Archandra Tahar mengungkapkan, Indonesia mempunyai cadangan terbesar energi panas bumi (geothermal) di dunia, namun pemanfaatannya masih minim. Padahal panas bumi merupakan salah satu sumber energi listrik yang potensial dan ramah lingkungan.

 

“Sumber energi panas bumi di Indonesia jumlahnya sangat melimpah. Cadangan panas bumi di Indonesia, setara dengan 29 giga watt. Tapi saat ini pemanfaatannya hanya sekitar 1.500 mega watt atau hanya 5% saja dari potensi yang ada,” kata Arcandra di Jakarta, Rabu (10/8).

 

Ia mengatakan hal itu saat berpidato di acara 4th Indonesia International Geothermal Convention & Exhibition 2016 yang diadakan di JCC, Senayan, Jakarta.

 

Ia menjelaskan, melihat potensi begitu besar dan masih minimnya pemanfaatan sumber energi ini, pemerintah tidak akan hanya tinggal diam. Menurutnya, pemerintah akan membuat kebijakan untuk memaksimalkan cadangan geothermal yang belum optimal dimanfaatkan.

 

“Salah satunya kami telah melakukan penyesuaian kebijakan seperti mengganti kegiatan usaha panas bumi yang tidak lagi dianggap sebagai kegiatan pertambangan sehingga pengembangannya bisa dilakukan di area hutan,” jelasnya.

 

Sebelumnya, kegiatan usaha panas bumi dianggap sebagai kegiatan usaha pertambangan. Akibatnya, sumber-sumber panas bumi yang ada di area hutan tidak bisa dimanfaatkan karena terbentur aturan bahwa kegiatan pertambangan tidak boleh dilakukan di area hutan. Padahal, kebanyakan sumber energi panas bumi berlokasi di dalam kawasan hutan.

 

“Dengan perubahan aturan ini maka saat ini sumber energi panas bumi yang berlokasi di area hutan bisa dikembangkan sehingga potensinya bisa dioptimalkan,” ujarnya.

 

Namun menurut Archandra, hal tersebut belum lah cukup. Masih perlu banyak terobosan dilakukan pemerintah agar potensi yang begitu besar bisa lebih dioptimalkan lagi.

 

Hingga tahun 2025, pemerintah telah mencanangkan pemanfaatan energi geothermal sebesar 7.000 MW. Hal ini dilakukan dalam rangka meningkatkan bauran energi dan meningkatkan kontribusi pemanfaatan energi baru terbarukan dalam bauran energi nasional.

 

“Masih banyak tantangan. Dan kami di Kabinet Kerja akan berusaha keras memecahkan tantangan tersebut. Saya harapkan, dalam acara ini akan banyak diperoleh masukan yang membangun untuk mencapai target pemanfaatan geothermal 7.000 mw di 2025,” pungkasnya.

Comments are closed.